Gunungkidul || Lentera5 News,Com - Meskipun masih proses, Dampak program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMP Negeri 2 Tepus mulai dirasakan nyata. Tidak hanya bangunan yang dibuat lebih layak dan estetik, namun yang paling utama adalah meningkatnya semangat belajar murid secara signifikan.
Kepala SMPN 2 Tepus, *Farid Gunawan, S.Pd*, mengungkapkan bahwa revitalisasi sedikit banyak akan mengubah wajah sekolah sekaligus mengubah energi belajar di kelas.
"Alhamdulillah, revitalisasi ini bukan sekadar memperbaiki fisik gedung, tapi merevitalisasi semangat kami semua. Seluruh komunitas sekolah, termasuk guru, tenaga kependidikan, siswa, komite, hingga wali murid sangat mendukung program ini," ujar Farid saat ditemui di SMPN 2 Tepus, Rabu (7/5/2026).
Menurut Farid, sebelumnya beberapa ruang kelas mengalami kerusakan ringan hingga sedang yang cukup mengganggu konsentrasi belajar. Nanti, setelah direvitalisasi, ruang kelas menjadi lebih terang, sirkulasi udara lebih baik, dan sarana sanitasi lebih layak.
*Dampak Langsung di Kelas*
Salah satu perubahan paling terlihat adalah antusiasme siswa untuk datang lebih pagi dan betah belajar lebih lama di sekolah.
"Anak-anak sekarang lebih semangat. Mereka merasa bangga sekolahnya bagus. Kehadiran meningkat, keterlambatan menurun. Guru juga lebih kreatif karena didukung fasilitas yang memadai," jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan kinerja sekolah dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat juga sangat terasa, tidak hanya untuk wilayah Tepus, tetapi juga menjangkau masyarakat Semanu, Girisubo dan sekitarnya yang banyak menyekolahkan putra-putrinya di SMPN 2 Tepus.
"Ini adalah bentuk kehadiran negara. Dengan sekolah yang layak, kami bisa memberikan layanan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan untuk anak-anak di ujung selatan Gunungkidul ini," tegas Farid yang juga aktif sebagai Ketua Koperasi Desa Merah Putih Kalurahan Sawahan.
*Didukung Penuh Guru*
Perwakilan guru, Subandi, S.Pd membenarkan hal tersebut. Menurutnya, revitalisasi membuat guru lebih nyaman dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan pembelajaran berdiferensiasi.
"Ruang guru dan ruang kelas yang representatif membuat kami bisa berkolaborasi lebih baik. Anak-anak juga tidak lagi terganggu oleh atap bocor atau papan tulis yang rusak," katanya.
Program Revitalisasi yang dikucurkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini memang menyasar sekolah-sekolah dengan tingkat kerusakan yang membutuhkan intervensi cepat.
Kepala sekolah berharap, dengan kondisi sekolah yang semakin baik, prestasi akademik dan non-akademik siswa SMPN 2 Tepus akan terus meningkat.
"Kami ingin SMPN 2 Tepus menjadi sekolah yang tidak hanya bagus gedungnya, tapi juga bagus prestasinya dan kuat karakternya. Guyub rukun untuk pendidikan Gunungkidul yang berkemajuan," pungkas Farid.
Redaksi ( Barli)
0 Komentar