Ratno Pintoyo , menilai antribusi kenaikan PAD yang disebut - sebut sebagai keberhasilan perombakan personel Tempat Penarikan Retribusi ( TPR) tidak sepenuhnya akurat dan berpotensi menunutupi persoalan sismatik yang masih terjadi .
Menurut Ratno , keberhasilan perombakan personel terpatahkan oleh fakta di lapangan .
Berdasarkan temuan laporan pengunjung di lapangan serta pengamatan anggota dewan , praktek ketidaksesuaian yang dibayarkan wisatawan dengan angka yang dicetak tidak sesuai masih ditemukan di beberapa titik Pos TPR .
Dugaan kebocoran ternyata disinyalir masih ada , bahkan polanya disinyalir semakin masif. Jadi kalau dikatan perombakan personel adalah kunci utama optimilisasi ,itupun belum terbukti secara siginifikan. Kita tidak sekedar butuh wajah petugas , namun ganti sistem", tegas Ratno Pintoyo kepada awak media .
Dijelaskan lagi ", pelonjakan penerimaan retribusi di periode ini lebih rasional jika dilihat dampak dari munculnya destinasi wisata baru viral di media sosial . Di mana kita semua tahu , ada salah satu destinasi baru yang menjadi primadona wisata hingga mampu menyedot ribuan wisata yang berwisata akhir- akhir ini baik lokal maupun luar daerah hingga membuat arus jalan macet total .
Objek wisata di bagian Barat yaitu terletak di pantai Ndrini , On The Rock , Ndrini Peak , Ndrini Hilll benar - benar menggemparkan seluruh wisatan semua daerah. Belum lagi di bagian selatan , pantai Wediombo munculnya obyek wisata baru Jung Work Blue Ocean ( JBO) juga menjadi salah satu tempat pilihan bagi wisatawan berbagai daerah.
Obyek wisata Gunungkidul inilah yang menyebabkan jumlah pengunjung meningkat drastis dengan jumlah wisatawan hingga 2x lipat dari pereode sebelumnya . Hal ini menjadi salah satu faktor utama terjadinya kelonjakan jumlah retribusi , dan bukan semata - mata hasil kebijakan administratif perombakan petugas penjaga pos TPR ", terangnya .
Alih - alih berfokus pada rotasi personil , Ratno mendesak pemerintah kabupaten Gunungkidul agar segera pembenahan tata kelola yang berbasis teknologi . Menurutnya , tanpa pengawasan akuntabel dan tranparan , potensi kebocoran akan terus menjadi " penyakit " menahun yang terus merugikan daerah.
" Tanpa perbaikan sistem yang akuntabel , misalnya digitalisasi penuh pemungutan retribusi , pergantian personel hanya akan menjadi siklus berulang tanpa akan menyelesaikan akar masalah . Potensi masalah kebocoran akan terus mengintai ", tegasnya .
Di sisi lain , Ratno meminta pemerintah daerah agar lebih serius medukung ekosistem destinasi wisata baru ini . Ia melihat perkembangan destinasi wisata swasta yang inovatif sebagai peluang strategis yang harus dijaga keberlangsungannya demi pertumbuhan ekonomi masyarakat dan PAD yang berkelanjutan .
Pemerintah harus hadir untuk memperkuat ekosistem ini , bukan fokus pada penarikan retribusi di depan pintu , namun memastikan bagaimana cara wisatawan nyaman dan tidak ada lagi kecurangan sistem pungutan retribusi ", jelasnya .
Red ( Barli )
0 Komentar