GUNUNGKIDUL || LENTERA 5 NEWS .COM - Geger !!! Progam pengisian staf pamong di Kalurahan Balong , Kapanewon Girisubo , kabupaten Gunungkidul menjadi persilihan ,pasalnya diduga ada indikasi jual beli jabatan oleh salah satu oknum panitia yang menjadi pamong Kalurahan .
Progam pengisian staf Ulu - Ulu, staf Danarta dengan jumlah 5 peserta .seleksi ujian digelar di balai Kalurahan Balong ,Kamis (14/11/2024)
Hadir dalam acara tersebut : Panewu Girisubo , Panewu Anom ,Lurah Balong ,Jajaran Polsek Girisubo , Babinsa Girisubo , Bamuskal, Tim Panitia.
Tiba saat yang dinanti - nantikan yakni diumumkan yang lolos mengikuti test ujian pengisian staf Danarta , dan Ulu - Ulu . Lurah Balong mengumumkan hasil nilai total yakni : 1. Sdr Ida Sugi Astuti staf Danarta Balong , Girisubo RT 03 ,07 dengan total Nilai 74, 875,
2. Sdr Ruskan Maulana staf Danarta piji , Girisubo RT 001, 008 ,Balong , Girisubo dengan total nilai 41.625
3. Sdr Yuda Sinius Arma staf Ulu - Ulu , Piji Girisubo iRT 03 ,08 Balong , Girisubo dengan total nilai 79,85
4. Sdr jinarwanto ulu rongbort 01 RW 02 Balong Girisubo nilai 58,55
5. Sdr Deni pujiyanto ulu - Ulu Balong , 004 ,007 dengan total nilai 53.
Hasil peserta yang berhasil lolos yakni 2 peserta staf Ulu - Ulu , dan 1 peserta staf Danarta.
Berita mengagetkan setelah satu hari setelah acara tersebut yakni muncul kabar ada salah seorang peserta ujian yang merasa tidak terima karena telah mengeluarkan uang sebesar Rp 20.000.000 ( Duapuluh Juta Rupiah ) kepada salah satu oknum panitia.
Hasil Investigasi awak media baik kepada beberapa tokoh masyarakat, kepada orang tua calon yang gagal maupun pihak lain, ternyata ada salah seorang peserta ujian yang sebelumnya telah dimintai sejumlah uang oleh salah satu oknum pamong kalurahan yang juga sekaligus sebagai panitia.
Saat ditemui dirumahnya, selaku orangtua Deni yaitu Suranto mengakui bahwa sebelum anaknya mengikuti seleksi ujian staf pamong telah dimintai sejumlah uang dengan janji anaknya akan dijadikan staf di Kalurahan Balong. Bagi keluarga tersebut uang sebesar Rp 20 juta dikatakan hanya sebagai uang muka. Namun betapa kecewanya, setelah ujian selesai dan diumumkan hasilnya, ternyata anaknya gagal meraih jabatan staf pamong Kalurahan.
Saat ditemui dirumahnya, baik bapak maupun ibunya Deni kepada awak media mengatakan kecewa dengan hasil ujian tersebut.
"Kalau dibilang kecewa ya kecewa, karena seorang pejabat Kalurahan yang menjanjikan anaknya untuk menang jadi staf tersebut ternyata mengingkari janji," ucap orang tua Deni.
Setelah kami mendapatkan informasi yang pasti dari kedua orangtua calon yang gagal dan beberapa orang saksi, kemudian kami konfirmasikan kepada salah satu oknum panitia yang dikatakan oleh pihak keluarga sebagai yang menerima uang. Namun salah satu oknum tersebut tidak mengakui bahwa telah menerima sejumlah uang yang disangkakan. Bahkan menyuruh beberapa awak media untuk memberitakanya di media.
Guna mengembangkan berita yang muncul di beberapa media Online , time media Lentera 5 segera menyambangi rumah peserta tersebut . Namun Deni sudah tidak ada di rumah lantaran kembali bekerja di Jogja . Kemudian tim bertemu ibuk Deni dan membenarkan terkait informasi diminta uang sejumlah RP 20.000.000 ( Dua Puluh Juta Rupiah).
Kegiatan ujian pengisian pamong digelar Kamis (14/11/2024) , dan prngembilan sumpah janji , dan pelantikan Rabu (20/11/2024) pukul 01.00 WB . Dengan waktu yang ditentukan oleh lurah Balong yang begitu dekat sehingga warga setempat berpendapat nampak terburu - buru .
Dengan adanya insiden tersebut , warga berharap agar menjadi perhatian bagi pemerintah setempat guna menqkaji ulang, sehingga tidak ada yang menjadi korban yang dikecewakan / dirugikan oleh tindakan salah satu oknum yang tidak bertanggung jawab.
Red ( Barli)
0 Komentar